Apa Sih Mudik Itu, Begini Penjelasannya

Apa Sih Mudik Itu, Begini Penjelasannya

Solo,seputarmetro.net - Prof Sahid Teguh Widodo MHum PhD menyatakan tradisi pulang mudik Lebatan merupakan wujud memanusiakan diri kembali ke fitrah. Mereka saling ingin bertemu dengan sesama keluarga maupun handai taulan di tanah kelahirannya. Menurut Prof Sahid kondisi ini sangat manusiawi. Dengan posisi seperti itu tradisi mudik akan bertahan dan tidak tenggelam oleh perkembangan. "Karena mudik sesungguhnya lahir pernyataan jujur manusia bahwa dia tidak bisa hidup sendirian. Dia butuh teman," jelas Prof Sahid, staf pengajar Fakuktas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Rabu (13/06/2018). Prof Sahid menjelaskan ngomong butuh teman, tertawa butuh konco. Kalau orang ngomong atau tertawa sendiri kan dianggap tidak waras. Jadi dia membutuhkan teman. "Perlu dipahami manusia pada akhirnya kembali pada diri kemanusiaannya untuk mencapai kebahagiannya dan menjadi humanik lagi." Secara secara psikologi manusia kembali ke titik. Momentum dan titik. Momentumnya adalah Hari Raya Idul Fitri dan titiknya pertemuan (silaturahmi) Yang menghubung batin mereka. "Jadi makna mudik tidak hanya fisik, tapi juga menyangkut ruhani. Itulah yang membuat pemudik memiki daya yang luar biasa," ungkap Prof Sahid. Dilihat dari situ mudik memiliki akar yang kuat. Meski nanti infrastruktur sudah baik dan orang bisa dengan mudah dan cepat pulang kampung setiap waktu, namun disaat Lebaran mau tiba mereka tetap akan menjalani mudik Lebaran.(wik)

Sebelumnya Anggota Bhayangkari dan Persit Kendal Kunjungi Posko
Selanjutnya Mudik, Pria Ini Naik Sepeda Onthel dari Bekasi-Gunungkidul