Banyumas Krisis Air Bersih, 51 Desa Kritis

Banyumas Krisis Air Bersih, 51 Desa Kritis

Banyumas,seputarmetro.com - Kemarau panjang menyebabkan 51 desa, di 14 kecamatan di Banyumas dan dua Puskesmas mengalami krisis air bersih. Berkaitan kondisi tersebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas bersikap gesit dengan mendistribusikan 1.103 mobil tangki air bersih. "Selama musim kemarau dari bulan Juni hingga Oktober 2018 sudah mendistribusikan 1.103 armada tangki air untuk 51 desa dan dua Puskesmas," kata Kordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Kusworo, Rabu (10/10/2018).Ke 51 desa berada di 14 kecamatan yang mengalami krisis air bersih yakni Kecamatan Cilongok sebanyak 7 desa, Gumelar dua desa, Purwojati 6 desa, Karanglewas 1 desa, Ajibarang 1 desa, Wangon 3 desa. Kemudian Patikraja 1 desa, Kalibagor 3 desa,Banyumas 2 desa, Sumpiuh 7 desa, Tambak 8 desa, Somagede 2 desa, Kebasen 4 desa, Rawalo 2 desa dan 2 Puskesmas di Kecamatan Sumpiuh. Kusworo, menambahkan jika Banyumas tidak segera turun hujan, maka sejumlah desa yang mengalami krisis air bersih akan terus bertambah. Meski begitu BPBD Banyumas terus akan memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan. Bahkan BPBD sudah menyiapkan tim khusus untuk menyalurkan pendistribusian air bersih.(ros)

Sebelumnya Benthik jadi Warisan Budaya Takbenda Nasional
Selanjutnya Distribusi Air Bersih Digilir, Warga Hanya Bisa Pasrah