Bawang Merah Organik Bantul Mulai Panen

Bawang Merah Organik Bantul Mulai Panen

Bantul,seputarmetro.com - Sektor pertanian terus didorong untuk mampu berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya dengan pendampingan terhadap petani dalam mengembangkan komoditas pertanian bernilai ekonomis tinggi. Dengan konsep itu sebenarnya pemerintah punya cita-cita para petani lebih berdaya dan tangguh dengan mata pencahariannya. Seperti dilakukan Kelompok Tani Lestari Mulyo Dusun Mangunan 1 Desa Selopamioro Kecamatan Imogiri Bantul. Petani dikawasan itu sejak tahun 2014 dituntun mengembangkan bawang merah organik. Dari lahan yang awalnya hanya 14 haktare, tahun 2018 ini sudah mencapai 105 hektare lahan bawang merah organik. "Bawang merah organik Bantul ini lebih baik dari lima daerah di Pulau Jawa," ujar Bupati Bnatul Drs Suharsono disela panen raya bawang merah organik di Nawungan 1 Desa Selopamioro Imogiri Bantul, Jumat (23/06/2018). Suharsono mengatakan, keunggulan bawang merah Bantul ini dibudidayakan tanpa pupuk kimia. Meski begitu hasilnya jauh lebih baik dari aspek ukuran, aroma serta kualitas. "Bawang merah Bantul yang ditanam di Nawungan Imogiri ini tanpa pupuk kimia, kebutuhan pupuk memanfaatkan pupuk kandang, sehingga punya keunggulan dari rasa, aroma dan kualitas ," ujar Suharsono. Sementara Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Koordinator Kecamatan Imogiri, Muslih Sawiji didampingi Ketua Kelompok Tani Lestari Mulyo Nawungan 1 Selopamioro Imogiri Bantul, Juhari mengatakan ketika dirintis awal tahun 2014 luas lahan bawang merah organik 14 hektare. Empat tahun kemudian lahan sudah mencapai 105 hektare. Muslih mengatakan, bawang merah punya prospek sangat menjanjikan dibandingkan dengan komoditas lainnya. Bahkan dari segi waktu, lebih cepat panen dibanding tanaman lainnya. “Biaya untuk menggarap lahan 105 haktare menelan biaya Rp 4 miliar. Namun hasil panen sekarang ini petani meraup Rp 16 ,8 miliar dengan harga sekarang Rp 20.000/kg,” tambahnya. Dijelaskan, untuk menghasilkan bawang merah berkualitas pihaknya selalu menjaga kebutuhan pupuk. Selain 105 hektare di Nawungan kini berkembang juga di daerah Srunggo 65 hektare dan Kalidadap 30 hektare. "Petani disini memanfaatkan pupuk kandang semua dan hasilnya bisa dilihat mampu mengungguli daerah lainnya," ujarnya. (bas)

Sebelumnya Mabuk Berat, Lima Orang di Blitar Keroyok Pelajar hingga Kritis
Selanjutnya ASN di Pemkab Banyumas Adakan Halal bi Halal