Dirut BNI Syariah: Pemahaman Ekonomi Syariah Masih Kurang

Dirut BNI Syariah: Pemahaman Ekonomi Syariah Masih Kurang

Sleman,seputarmetro.com – Direktur Utama Bank BNI Syariah (Persero) Abdullah Firman Wibowo menyayangkan minimnya pengetahuan ekonomi syariah di Indonesia. Sebagian orang masih menanggap riba dengan bagi hasil adalah sama, padahal sama sekali berbeda. “Jumlah masyarakat muslim kita sampai saat ini berjumlah 80%. Dari 80% hanya sekitar 5% saja yang menggunakan syariah. Hal ini dikarenakan mereka kurang terliterasi mengenai apa itu syariah sebenarnya” tuturnya. Ia bercerita mengenai pengalamannya datang ke beberapa pondok pesantren dan menemukan masih banyak sekali santri yang tidak mengetahui dengan betul cara kerja bank syariah, sehingga mereka tidak tertarik untuk bergabung. “Syariah itu dasarnya adalah menyejahterakan. Bagiamana caranya mengelola kekayan bukan hanya untuk dunia namun juga untuk syariah. Khasanah way, yaitu menjaga akal, harta, jiwa, dan lingkungan. Harta untuk akhirat dan juga harta untuk dunia.” jelasnya. Saat tengah mengisi sesi Leadership Talk, Abdullah Firman Wibowo berkata saat ini BNI Syariah telah mendapatkan 50 penghargaan, meskipun demikian bukan penghargaan yang mereka kejar, melainkan BNI Syariah kedepannya harus menjadi modern dan global Islamic Bank. Selain itu ia menjelaskan bahwa pedoman bersyariah adalah Rasulullah SAW the Greatest Leader yaitu yang tertuang pada Surat Al-Ahzab ayat 21. Leadership Talk diadakan dalam rangka Lustrum ke 6 MM FEB UGM yang menghadirkan banyak tokoh alumni yang terkemuka di Indonesia. Lustrum ke 6 MM FEB UGM dilaksanakan pada 30 Juni 2018 sampai dengan 2 Juli 2018 di MM FEB UGM. (*)

Sebelumnya HUT Bhayangkara, Kapolres Kendal Ziarah Ke TMP Kusuma Jati
Selanjutnya Pengedar Sabu 320 Gram Jaringan Pulau Bali Berhasil Ditangkap