Festival Tumbuk Tembakau, Jadi Awal Harapan Para Petani

Festival Tumbuk Tembakau, Jadi Awal Harapan Para Petani

Boyolali,seputarmetro.com - Festival Tungguk Tembakau di Desa Senden, Kecamatan Cepogo, Kamis (2/8/2018), menjadi penanda dimulainya musim panen tembakau di wilayah lereng Merapi-Merbabu. Mengingat cuaca yang mulai bersahabat dengan tembakau, ada harapan besar petani bisa menuai untung besar pada musim ini.Festival yang mengarak gunungan tembakau dan berbagai hasil bumi ini sejayh 2,5 km tersebut mulanya adalah sebuah ritual tradisi para petani. Saat musim panen tiba, mereka memanjatkan doa di makam leluhur untuk kemudian mengarak tembakau dan hasil bumi diiring berbagai corak kesenian lokal. Dalam beberapa tahun terakhir, ritual ini menjadi populer di masyarakat. Dua kali berturut-turut pula, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, juga datang ke festival untuk ikut berpartisipasi dan mempromosikan festival para petani tersebut. "Ada sisi kultural. Mereka membuat tradisi yang selalu dipelihara, dan semoga akan memberikan panen yang bagus, harganya bagus" kata Ganjar usai melakukan petik perdana tembakau. Selain aspek pertanian, ujarnya, wilayah yang berada di kaki Merbabu ini juga menawarkan pesona alam yang sangat potensial menarik wisatawan. "Berbicara keindahan alam, tidak ada duanya disini. Saya menghadap ke depan ada Gunung Merapi, menengok sedikit sudah Gunung Merbabu, di sebelah timur ada Gunung Lawu," ungkapnya.Joko Purnomo, salah satu petani tembakau mengatakan, cuaca dalam beberapa musim terakhir kurang bersahabat untuk tanaman tembakau dan sempat membuat petani terpukul. Namun untuk tahun ini, ia optimis harga tembakau bisa lebih baik sebab cuaca yang mulai stabil membuat pertumbuhan tanaman tembakau tumbuh maksimal. "Semoga kalau kualitas tembakau bagus, harganya juga ikut bagus," katanya. Meski pernah terpukul karena kualitas panen buruk, ia dan petani lainnya belum terpikir untuk berganti komoditas. Budidaya tembakau di wilayah Selo sudah menjadi komoditas pertanian masyarakat sejak lama. Bahkan sudah menjadi identitas kultural petani setempat.(nan)

Sebelumnya Presiden Luncurkan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan di GIIAS 2018
Selanjutnya Selamatkan Kerugian Negara Rp57 M, Aparat Bea Cukai Diapresiasi