Hendak Kencan di Hotel, Sopir Taksi Bandara Tewas Ditusuk

Hendak Kencan di Hotel, Sopir Taksi Bandara Tewas Ditusuk

Sidoarjo,seputarmetro.com - Check in bersama teman wanitanya, seorang pengemudi taksi Bandara Juanda, Sabtu (29/9) malam tewas ditusuk 2 orang tak dikenal di Shofwa Hotel Waru Juanda, Sidoarjo. Dari hasil pemeriksaan kamera CCTV di lokasi kejadian, polisi kini tengah mengejar kedua pelaku yang telah diketahui identitasnya, termasuk wanita yang hendak kencan bersama korban. Sabtu malam, ketenangan tamu Hotel Shofwa Juanda di jalan by pass Juanda Sedati, Sidoarjo, Sabtu malam mendadak terusik, para tamu hotel digegerkan adanya kasus pembunuhan yang dilakukan seorang laki - laki misterius kepada seorang pengemudi taksi Bandara Juanda tepat di depan kamar hotel nomor 40. Korban Andik Wawan Prasetya, warga Papar-Kediri ditemukan tewas dengan kondisi luka bacok di sejumlah bagian tubuhnya. Dari hasil olah tempat kejadian perkara yang dilakukan polisi, pembunuhan ini terjadi bermula ketika korban hendak check in di kamar nomor 40 bersama teman kencannya seorang wanita yang tidak diketahui identitasnya. Saat korban hendak masuk ke dalam kamar, mendadak muncul 2 orang pria tak dikenal yang langsung menusuk tubuh korban yang menyebabkan korban meninggal dunia . Dari hasil pemeriksaan saksi dan kamera CCTV di lokasi kejadian, diduga kuat pelaku pembunuhan adalah orang dekat korban yang telah menguntit korban saat hendak masuk ke dalam hotel. "Oleh polisi, jenasah korban dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sementara kedua pelaku berikut seorang wanita teman kencan korban, hingga kini masih dalam proses pengejaran petugas," kata Kompol M. Harris, Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo. Untuk kepentingan proses pemeriksaan lebih lanjut, saat ini polisi menutup lokasi kejadian dengan garis polisi. Sementara jenasah korban sendiri, menurut rencana akan dipindah ke kamar jenasah RS Bhayangkara Polda Jatim untuk diotopsi.(dik)

Sebelumnya Bus Rombongan Wisata SMPN 1 Pulokulon Kecelakaan, 4 Siswa Meninggal
Selanjutnya Saat Sedekah Laut, Ratusan Warga Berebut Hasil Bumi