Jadi Target, Pengedar Obat Gelek Ditangkap

Jadi Target, Pengedar Obat Gelek Ditangkap

Temanggung,seputarmetro.net - Empat pengedar obat daftar G jenis Yarindu dan Tramadol HCL berhasil diringkus Satuan Reserse Narkoba Polres Temanggung, dalam suatu operasi. Polisi berhasil mengamankan barang bukti ribuan pil, telpon genggam, sepeda motor dan uang tunai diduga hasil penjualan. Wakapolres Temanggung Kompol Prawoko mengatakan pengungkapan kasus bermula dari penangkapan tersangka Ags dan Gal pada Rabu malam kemarin di pasar Legi Parakan Temanggung. Penangkapan dilakukan sekitar pukul 22.30 WIB. "Dari keduanya petugas mendapatkan obat jenis pil Yarindu sebanyak 860 butir, uang senilai Rp 35 ribu, sepeda motor dan satu telphon genggam," katanya, Kamis (24/5/2018). Dikatakan dari keduanya diperoleh keterangan pil didapat dari Set alias Didon. Polisi lantas melakukan penangkapan di rumahnya dan berhasil menemukan empat butir pil Tramadol HCL satu telpon genggam dan satu lembar bukti transfer ATM sebuah bank. Disampaikan tersangka Set alias Didon memesan obat-obatan tersebut dari Jakarta dengan cara online dan dikirim melalui jasa paket ke Parakan. Usai mendapat kiriman barang kemudian didistribusikan pada Ags, Gal, Sla alias Jembreng dan Alv. Teman-temannya itu yang menjual pada para pelanggan, yang diantaranya pekerja dan pelajar. "Obat dijual Rp 40 ribu per 10 butir, sementara pelaku tidak memiliki keahlian dalam bidang kefarmasian," Katanya. Dia mengatakan petugas mengembangkan kasus itu dengan menangkap tersangka Jembeng dan menyita 600 butir pil Yarindu, 340 butir Tramadol dan uang tunai Rp 179 juta. Dari Alv petugas menyita barang bukti 500 butir pil Tramadol, telpon genggam dan uang tunai Rp 300 ribu. Sedangkan di tersangka Erw didapat antara lain 1000 pil Yarindu dan 180 pil Tramadol HCL. Disampaikan para pelaku dijerat dengan pasal 196 jo pasal 98 ayat 2 dan ayat 3, subsider pasal 197 jo pasal 106 ayat 1, lebih subsider pasal 198 jo pasal 108 Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Ancaman hukumannya 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar. Tersangka Didon mengatakan selain sebagai pemasok juga menjual sendiri barang haram tersebut selain sebagian dikonsumsi sendiri. "Saya konsumsi sendiri pil selain saya jual," katanya, sembari mengatakan dalam satu tahun terakhir menjadi distributor obat-obat terlarang itu. (rid)

Sebelumnya Puan Maharani Periksa Program Bantuan Pusat
Selanjutnya Shinta Nuriyah Sahur Bareng Penyandang Disabilitas