Mantan Sekkota dan Kabag Pemerintahan Pemkot Jadi Tersangka Korupsi

Mantan Sekkota dan Kabag Pemerintahan Pemkot Jadi Tersangka Korupsi

Surabaya,seputarmetro.com - Unit Tindak Pidana Korupsi, Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya menetapkan mantan Sekkota dan Kabag Pemerintahan Pemkot Surabaya menjadi tersangka atas kasus dugaan korupsi ruislag atau tukar guling tanah kas Desa Kelurahan Manyar Sabrangan Surabaya pada tahun 2001 lalu. Penetapan tersangka ini setelah polisi menemukan bukti adanya kerugian negara senilai Rp 8 milyar. Keempat tersangka itu adalah dua orang mantan pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya dan dua orang dari pihak swasta. Tersangka dua orang mantan pejabat Pemkot Surabaya itu adalah MJ, mantan pelaksana tugas Sekretaris Kota Pemkot Surabaya dan SG mantan Kepala Bagian Pemerintahan Pemkot Surabaya. Sedangkan kedua orang tersangka dari pihak swasta PT Abadi Purna Utama adalah HF dan LJ, keduanya mantan direktur dan direktur utama. Hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan tim penyidik Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya sejak tahun 2016 silam, tersangka melakukan proses pelepasan tanah kas desa, Kelurahan Manyar Sabrangan , seluas 56.487 meter persegi kepada PT Abadi Purna Utama sesuai berita acara serah terima pada tanggal 5 Januari 2001. Atas pelepasan tanah itu, PT Abadi Purna Utama seharusnya menyediakan tanah pengganti kepada Pemkot Surabaya seluas 90 ribu meter persegi yang terletak di Kelurahan Keputih , Surabaya. Namun, tanah pengganti yang diserahkan PT Abadi Purna Utama ke Pemerintah Kota Surabaya hanya seluas 82 ribu meter persegi. Sehingga terjadi selisih kekurangan seluas 8 ribu meter persegi. "Hasil audit penghitungan kerugian negara yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Surabaya mengalami kerugian sebesar lebih kurang Rp 8 miliar berdasar penghitungan nilai jual objek pajak pada tahun 2001," kata AKBP Sudamiran, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya. Penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polrestabes Surabaya sejak 2016 telah melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus korupsi, dengan modus ruislag tukar guling tanah kas Desa Manyar Sabrangan dengan salah satu PT di Surabaya. Dari dugaan ruislag yang tidak sesuai ketentuan, negara dirugikan Rp 8 milyar, sesuai dengan hasil perhitungan keruguian negara oleh BPKP Jawa Timur. Meski sudah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus tersebut, penyidik memutuskan untuk tidak menahan keempat tersangka. Alasannya, keempat tersangka cukup kooperatif jika diperlukan untuk setiap pemeriksaan kasus tersebut.(R-1/tc/hr)

Sebelumnya Petugas Bea Cukai Entikong Gagalkan Penyelundupan Barang Impor
Selanjutnya Sarpuk Buruh Tani Tewas Tersengat Listrik di Sawah