Orang Tua Murid di Purwokerto Keluhkan Sistem Zonasi dalam PPDB

Orang Tua Murid di Purwokerto Keluhkan Sistem Zonasi dalam PPDB

Purworejo,seputarmetro.com - Sejumlah orang tua di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah mengeluhkan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Sistem ini dinilai merugikan karena menghalangi siswa dengan nilai bagus mendapatkan sekolah favorit yang diinginkan. Sebab, sistem zonasi memprioritaskan kedekatan rumah calon siswa dan sekolah. Pada hari kedua pelaksanaan PPDB, sekolah-sekolah di Purwokerto cukup ramai didatangi para orang tua. Mereka mengajak anak-anaknya ke sekolah yang dituju untuk mengenalkan lingkungan tempat belajarnya nanti. Namun mereka mengeluhkan sistem zonasi yang memberikan porsi hingga 90% kepada calon siswa di sekitar lokasi sekolah. "Ini menyulitkan anak-anak yang mempunyai nilai bagus tapi tidak bisa sekolah hanya karena lokasi rumah yang tidak masuk zona," ujar salah satu orang tua siswa, Machrus, Selasa (3/7/2018). Orang tua murid lainnya, Eko Wied, mengatakan, anaknya memiliki nilai ujian nasional (UN) 27 atau rata-rata 9. Namun hingga saat ini dia belum bisa menentukan sekolah yang dituju. Alasannya, rumahnya di Desa Notog, Kecamatan Patikraja, Banyumas berada di luar zona sekolah yang ditetapkan berjarak 6 kilometer. "Sistem seperti ini sangat tidak adil dan menjadikan hasil ujian nasional tidak ada artinya lagi. Bahkan tidak perlu lagi ada ujian nasional kalau begini caranya. Kasian anak yang ingin masuk sekolah menengah pertama favorit dan berprestasi tapi ditolak hanya karena rumahnya jauh," ujar Eko Wied. Sistem zonasi juga menjadi persoalan sendiri bagi sekolah. Pihak sekolah sering mendapat keluhan ketika orang tua siswa akan mendaftarkan anaknya, sementara letak rumah orang tua siswa di luar zona yang ditetapkan. Padahal, nilai dari siswa tergolong tinggi dan mempunyai prestasi bagus. "Menurut ketentuan memang yang utama adalah zona. Jadi meski berprestasi kami tetap utamakan zona," ujar Humas SMP Negeri 2 Purwokerto, Agus Widodo.(mas)

Sebelumnya Tiga Desa di Kabupaten Sragen Mulai Dilanda Kekeringan
Selanjutnya Mengaku Punya Bisnis, Seorang Kakek Tipu 9 Pengemudi Ojek Online