Pedagang Pakaian Ditangkap Bawa Sabu-Sabu

Pedagang Pakaian Ditangkap Bawa Sabu-Sabu

Temanggung,seputarmetro.net - Lama dalam incar, seorang pedagang pakaian, TW (26) warga Desa Petarangan, Kledung, Kabupaten Temanggung akhirnya berhasil ditangkap Badan Narkotika Nasional kabupaten setempat. Pada penangkapan yang berlangsung dramatis itu, mantan pemandu lagu di sebuah tempat hiburan di Bandungan Semarang tersebut sempat mengelak, namun akhirnya tidak berkutik setelah didapati sabu-sabu disaku celana dan peralatan hisap di tas yang dibawanya. Kepala BNNK Temanggung AKBP Reni Puspita mengatakan tersangka menyembunyikan sabu-sabu di sebuah bungkus permen di saku celana belakangnya saat dicegat lalu digeledah. Sabu-sabu itu seberat 1,06 gram. "Kami tangkap setelah cukup lama diincar, pengungkapan dan penangkapan atas kerjasama dengan masyarakat," katanya, Senin (28/5). Dikemukakan sebelumnya tim pemberantasan BNNK Temanggung mendapatkan informasi dari masyarakat akan ada transaksi narkotika jenis sabu-sabu di Magelang. Tim lantas memastikan dengan memantau pergerakan. Begitu memasuki Temanggung tepatnya di pertigaan jalan alternatif Temanggung-Magelang di Desa Pare, Kecamatan Kranggan lalu dicegat dan diperiksa. Dikatakan sabu-sabu dibeli melalui transaksi elektronik yang diantaranya dengan pesan singkat pada seseorang DN yang disebutnya tengah mendekam di sebuah LP di Nusakambangan. Setelah uang di transfer pada sebuah nomor rekening bank, barang dikirim melalui kurir dan ditempatkan di sebuah titik tertentu. "Tersangka dan penjual serta kurir belum pernah bertemu muka, mereka saling percaya dan selama ini berjalan beberapa kali," katanya. BNN katanya kini sedang mendalami keterangan dari tersangka tersebut seputar DN. Sedangkan tersangka harus menjalani proses hukum meski pemakai karena tertangkap tangan dan kini juga masuk dalam program rehabilitasi. "Tersangka dijerat dengan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," katanya. Ditambahkan barang bukti dari tangan tersangka TW, antara lain sabu-sabu dibungkus plastik klip dengan berat 1,06 gram, sebuah tas warna ungu muda, enam pipet terbuat dari kaca, dua sedotan plastik, satu sendok kecil dari plastik, tiga korek api gas, satu bong terbuat dari kaca, dan sepeda motor. Disampaikan pada warga pemakai narkoba untuk melapor dan masuk dalam program rehabilitasi. BNN menjamin tidak menangkapnya, selagi tidak melakukan pelanggaran dengan pesan, berdagang dan memakai narkoba. "Kasus TW contoh warga yang tak mau lapor, jika lapor dan tidak lagi gunakan sabu-sabu tentu akan masuk rehabilitasi untuk kesembuhan dari ketergantungan," katanya.(mad)

Sebelumnya Peringati Waisak, Menag Tegaskan Pentingnya Moderasi Beragama
Selanjutnya Indonesia Gagas Iuran Perlindungan Sosial Negara ASEAN