Perayaan 1 Muharam, Lima Pusaka Desa Diarak dan Dijamas

Perayaan 1 Muharam, Lima Pusaka Desa Diarak dan Dijamas

Gunungkidul,seputarmetro.com - Berbagai daerah di Indonesia memiliki tradisi setiap tanggal 1 muharram. Seperti di Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar Gunungkidul yang memiliki tradisi mengarak pusaka sekaligus jamasan atau memandikan pusaka. Ada lima pusaka dikirab dari Balai Desa Pengkol menuju rumah budaya untuk dilakukan jamasan beserta ratusan pusaka milik warga pada Selasa (11/9/2018) sore. Tidak lupa beberapa abdi dalem Keraton Yogyakarta dan prajurit lombok abang. Semua menuju pasarean Ki Ageng Damarjati atau Sunan Tremboyo sebagai sesepuh pencetus adanya kirab pusaka di wilayah pegunungan seribu pada waktu itu, atau sekarang dikenal dengan Gunungkidul. Menurut Ketua Panitia kirab, Purwanto, agenda kirab pusaka dan nguras gentong merupakan tradisi rutin. Hal ini sebagai bentuk permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar dijauh dari bala dan didekatkan dengan kemakmuran. "Tidak lupa semua memanjatkan doa untuk Ki Ageng Damarjati atau Sunan Tremboyo, dengan harapan dengan wasilah beliau masyarakat yang mengikuti bisa mendapatkan barokah Nya, atas izin dan ridho dari Allah SWT," ungkapnya. Dalam kirab dan jamasan tersebut pusak yang dikirab dinataranya ousaka asli dusun Pengkol yang disatukan dengan empat pusaka yaitu Payung Agung, Tombak Korowelang, Cemethi Pamuk, serta tombak Kyai Umbul katon. "Selain itu juga pusaka-pusaka masyarakat dari manapun yang jumlahnya ratusan," ucapnya. Dalam agenda budaya tersdbut juga dihadiri Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi serta anggota DPRD DIY Slamet. Kirab pusaka dan Tradisi Kuras Genthong berlangsung meriah, Tradisi setahun sekali bersamaan peringatan 1 Muharam diramaikan dengan berbagai pentas seni tradisi gejog lesung, senam tobelo, karawitan dan jathilan.(dri)

Sebelumnya Bea Cukai, PMJ dan PT Pos Bongkar Beragam Kasus Narkoba
Selanjutnya Penyesuaian Tarif PPh Pasal 22 Impor Resmi Berlaku