Polisi Gadungan Paksa Gadis  di Tengah Sawah dan Menggilirnya

Polisi Gadungan Paksa Gadis di Tengah Sawah dan Menggilirnya

Demak,seputarmetro.com - Seorang pria mengaku sebagai anggota polisi berhasil memperdaya gadis SMA beserta kekasihnya untuk melakukan hubungan intim di areal persawahan Demak Jawa Tengah. Bahkan, polisi gadungan itu juga meminta jatah kepada korban perempuan untuk dipuaskan nafsu bejatnya. Korban diketahui berinisial BPW (16) warga Genuk Kota Semarang. Peristiwa nahas itu bermula saat korban bersama kekasihnya, AS tengah berselancar dunia maya di sebuah warung internet (warnet) di Kawasan Tlogosari Semarang. Mendadak, keduanya didatangi pelaku Matrodli (33) warga Desa Berahan Kulon, Kecamatan Wedung, Demak itu mengaku sebagai anggota Polda Jateng dan memaksa keduanya untuk ikut dengan mengatakan akan dibawa ke kantor polisi. “Tersangka memaksa korban dan pacarnya untuk ikut dengan mengatakan akan dibawa ke kantor, dengan cara korban diboncengkan oleh tersangka dan pacar korban disuruh mengikuti dari belakang,” kata Plt Kasubag Humas Polres Demak, Iptu Budi Santoso, Senin (17/9/2018). Namun, tersangka justru mengajak korban ke area persawahan sepi yang terletak di Desa Waru, Kecamatan Mranggen, Demak. Sesampainya di persawahan tepatnya di bawah pohon pisang, tersangka meminta uang kepada pacar korban sebesar Rp200 ribu. “Kemudian tersangka menyuruh korban dan pacarnya untuk melakukan persetubuhan di depan tersangka dengan diancam akan ditembak jika tidak mau melakukan persetubuhan,” lanjut Budi. Setelah korban dan pacar korban melakukan persetubuhan, tersangka menyuruh pacar korban untuk berdiri membelakangi. Saat itulah, tersangka melampiaskan nafsunya kepada gadis manis yang tercatat sebagai pelajar kelas 2 SMA tersebut. “Tersangka gantian melakukan persetubuhan terhadap korban. Setelah selesai menyetubuhi korban, kemudian tersangka menyuruh korban dan pacarnya pulang. Sementara tersangka juga langsung pulang ke rumahnya di Desa Berahan Kulon,” tandasnya. Untuk mempetanggungjawabkan perbuatannya, tersangka langsung dijemput polisi untuk dijebloskan ke penjara. Pelaku dijerat Pasal 81 ayat 1 junto Pasal 76D Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 subsidair Pasal 82 ayat 1 junto Pasal 76E, dengan ancaman penjara minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun. (nif)

Sebelumnya Lindungi Industri Kecil, Bea Impor Lewat E-Commerce Turun
Selanjutnya Tiga Pasangan di Yogya Ijab Kabul di Atas Crane Penerangan Jalan