Sabu 6,2 Kg Dari China Gagal Diedarkan

Sabu 6,2 Kg Dari China Gagal Diedarkan

Surabaya,seputarmetro.com -Anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya menggagalkan peredaran 6,2 kg narkoba jenis sabu-sabu (SS) yang dipasok dari China, Selasa (2/10). Selain barang bukti senilai lebih dari Rp 6 miliar, turut diamankan dua tersangka. Mereka Amir Muchlis (41) dan keponakannya, Mochamad Machid (19), keduanya warga Jalan Ahmad Yani, Sidoarjo. Paman dan keponakan ini ditangkap di depan sebuah ATM Delta Sari, Sidoarjo. Penyergapan dilakukan setelah Tim Opsnal Unit III Satresnarkoba Polrestabes Surabaya mendapat informasi yang menyebutkan, jika dua tersangka ini berencana akan menjual SS dalam jumlah besar. "Dari penangkapan itu anggota menemukan 11 paket berisi kurang lebih 55,49 gram SS yang diakui tersangka akan diantarkan ke pembelinya," jelas Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan didampingi Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan Lebih lanjut, Luki menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan di lokasi, tersangka Amir juga mengakui bila ia memiliki barang serupa di kontrakannya di Perumahan Delta Regency. "Dari pengembangan itu anggota kembali menemukan 42 paket SS jika ditotal mencapai 6,195,56 gram yang disimpan dalam kopor besar," imbuh Luki. Kapolrestabes Rudi Setiawan menambahkan, dalam bisnis haram yang dijalankan kedua tersangka memakai modus terputus. Artinya sejak dari pengiriman barang dari China, melalui jalur laut menuju Riau, dan dilanjutkan melalui darat ke Sidoarjo. Pun sindikat ini menggunakan kurir yang terputus dan tidak pernah sama orangnya. "Setiap kurir mendapat upah sepuluh juta rupiah," ungkap Rudi. Dari pemeriksaan terungkap, Amir Muklis merupakan residivis dalam kasus serupa. Pada 2004 lalu, ia diganjar hukuman 15 tahun dan mendekam di Lapas Nusakambangan. Sedangkan dalam bisnis menggiurkan ini Amir sebagai pemilik barang tersebut mendapatkan dari seseorang berinisial MN. Meski demikian, ia mengaku tidak kenal betul dengan orang tersebut. "Saya hanya berkomunikasi melalui blackberry messenger (BBM), dan pernah sesekali bertemu," ujar Amir. Selain didatangi Kapolda Jatim Irjenpol Luki Hermawan, di rilis pengungkapan narkoba dalam jumlah besar di halaman Mapolrestabes Surabaya itu, juga dihadiri beberapa pejabat utama. Di antaranya Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur Brigjenpol Bambang Budi Santoso, Kepala BNN Kota Surabaya AKBP Suparti, dan beberapa pemerhati narkoba Kota Surabaya. (R-1/tc/hr)

Sebelumnya Inilah 12 Kepala Daerah Jatim Yang Berperkara Dengan KPK
Selanjutnya Polres Pelabuhan Tg Perak Grebek Sabung Ayam Yang Beromzet Jutaan