Sandang Predikat City of Culture, Yogyakarta Jadi Tuan Rumah AMCA ke-8

Sandang Predikat City of Culture, Yogyakarta Jadi Tuan Rumah AMCA ke-8

Sleman,seputarmetro.com - Indonesia didaulat sebagai tuan rumah pertemuan Asean Ministers Responsible for Culture and Arts (AMCA) ke-8, 21-26 Oktober 2018 yang dibarengkan dengan pertemuan ke-14 Asean Senior Officials Meeting Responsible on Culture and Arts (SOMCA). Direktorat Jendral Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan memilih Yogyakarta sebagai lokasi berdiskusi perwakilan negara Asia Tenggara termasuk negara mitra wicara Jepang, Korea Selatan dan China. Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan ada dua agenda penting dalam pertemuan enam hari tersebut yakni SOMCA dan AMCA. Di tingkat dirjen (SOMCA) menurut Hilmar para wakil negara-negara Asean membahas cetak biru pembangunan kebudayaan inklusif yang nantinya dibawa menjadi sebuah kebijakan di tingkat menteri dalam pertemuan AMCA. dan China. Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan ada dua agenda penting dalam pertemuan enam hari tersebut yakni SOMCA dan AMCA. Di tingkat dirjen (SOMCA) menurut Hilmar para wakil negara-negara Asean membahas cetak biru pembangunan kebudayaan inklusif yang nantinya dibawa menjadi sebuah kebijakan di tingkat menteri dalam pertemuan AMCA. Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur “Salah satu fokus pada membangun kebudayaan yang inklusif diantara negara Asean karena hampir mirip dan beragam namun bisa hidup berdampingan dengan aman, salah satu wilayah paling aman di dunia. Menjaga keamanan adalah investasi bukan di militer tapi kebudayaan. Ini modal menjaga kebersamaan yakni melalui kebudayaan. Kami diskusi kerangka pemikiran, strategi dan kegiatannya dan nantinya diintegrasikan dalam kebijakan nasional masing-masing melalui melalui kebijakan menteri,” ungkapnya di sela meeting Senin (22/10/2018). Secara khusus, dalam pertemuan kali ini juga dibahas cara-cara bersama mengatasi tantangan revolusi industri 4.0 yang juga dialami negara-negara di kawasan Asia Tenggara. “Tantangan kita berat, perang bukan lagi secara konvensional namun digital, dan kebudayaan yang terbangun baik (inklusif) menjadi modal berharga kita menjaga ketahanan daerah di Asean. Ini juga yang akan kita bahas dalam agenda di Yogyakarta,” sambung Hilmar. Sementara terkait pemilihan Yogyakarta sebagai tuan rumah penyelenggaraan AMCA dan SOMCA, Hilmar menyampaikan bahwa hal tersebut dilakukan sebagai penegas predikat City of Culture yang telah disandang Yogyakarta selama ini. “Daerah ini sudah ditetapkan sebagai City of Culture Asean jadi kami ajak perwakilan negara-negara untuk melihat secara langsung agar tidak hanya berhenti pada slogan atau predikat saja,” pungkasnya. (dri)

Sebelumnya Yogyakarta Kota Budaya ASEAN
Selanjutnya Belasan Truk Terjaring Razia Wastib di Salatiga