Sekolah Harus Steril dari Ajang Kampanye Pemilu

Sekolah Harus Steril dari Ajang Kampanye Pemilu

Jakarta,seputarmetro.com - Sekolah dilarang untuk dijadikan ajang kampanye tim sukses baik capres-cawapres maupun calon anggota DPRD hingga DPR RI. Selain itu, para guru juga harus netral dan tidak mengarahkan muridnya untuk memilih calon tertentu karena melanggar aturan tentang aparatur sipil negara. "Pendidikan politik itu baik,tetapi lembaga pendidikan (sekolah) dilarang dijadikan ajang kampanye tim sukses baik capres-cawapres,maupun anggota DPRD,DPR RI," kata Mendikbud Muhadjir Effendy ketika dihubungi wartawan. Mendikbud menjelaskan pemilih pemula yang didominasi oleh pelajar SMA perlu pendidikan politik baik. Tapi tentunya yang memberikan pendidikan di sekolah bukanlah tim sukses. Namun, bisa dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang punya tugas untuk sosialisasi pemilu. "Kalau ingin memberikan pendidikan politik, maka berikan penjelasan yang benar adanya, dan jangan dipelintir atau bahkan menyebarkan hoaks," tutur Muhadjir. Hal senada disampaikan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Supriano. Masih banyak pekerjaan rumah yang lebih besar dan krusial yang harus dijalankan para guru daripada sekadar menjadi bagian dari politik praktis. Karena itu,mengimbau agar guru berfokus untuk meningkatkan kompetensi. "Apalagi yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) kan tidak boleh untuk terlibat dalam politik praktis,” kata Ono panggilan akrab Supriano. Kompetensi guru sangat penting ditingkatkan agar dapat mendidik siswa-siswa menjadi lebih baik. Selain itu guru yang berkualitas juga dipercaya bisa semakin mencerdaskan bangsa di tengah-tengah persaingan global dan maraknya demam revolusi industri 4.0 yang serba berbasis digital. “Tugas mulia guru itu adalah mencerdaskan bangsa, apalagi kita mau menhadapi era revolusi industry 4.0. siswa kita harus betul-betul dididik dengan baik,” tegasnya. (R-2/fan)

Sebelumnya Paksa Pacarnya Sedang Mens Untuk Lakukan Hal Tak Pantas
Selanjutnya Festival Bregada Nusantara di Sepanjang Malioboro