Semarak Syawalan dengan Berburu Lele di Lumpur

Semarak Syawalan dengan Berburu Lele di Lumpur

Purbalingga,seputarmetro.com - Syawalan di desa Palumbungan Wetan Kecamatan Bobotsari, Purbalingga semarak dengan berbagai kegiatan unik. Acara yang dikemas dalam Festival Palumbungan Wetan menampilkan berbagai tradisi lama, dari Selasa (19/6) hingga Jumat (21/6). Ratusan warga tumpah ruah di lokasi lapangan desa dan ikut ambil bagian dalam berbagai kegiatan tersebut. "Acara meliputi marak iwak, parade irang-orangan sawah, berburu ikan Lele di lumpur dan juga berbagai atraksi dolanan rakyat lainnya," tutur Ketua panitia Sugito,Rabu siang (20/6/2018). Menurut Sugito, sejak tiga tahun lalu, kegiatan semacam itu rutin dilaksanakan pada setiap bulan Syawal. Bulan itu dipilih karena banyak warga desa itu yang mudik lebaran. Hampir separoh dari sekitar 1500 warga desa tersebut merantau ke luar kota. Sebagian besar pulang kampung pada saat lebaran. “Saat berkumpul dengan keluarga mereka juga mengikuti acara Festival yang menampilkan sejumlah tradisi lama," ujarnya. Pada Rabu (20/6) ratusan warga berkumpul di kolam lumpur di depan kompleks balai desa. Dari anak-anak hingga orang dewasa ikut gupak lumpur dan berlomba menangkap ikan lele. “Yang bisa menangkap lele dengan jumlah paling banyak akan mendapatkan hadiah,” lanjut Sugito. Sebelumnya warga juga membuat orang-orangan sawah. Boneka tersebut dipasang di sepanjang jalan desa. Orang-orangan sawah biasa digunakan petani desa itu anya dulu sering membuat orang-orangan sawah. Langkah itu dilakukan untuk mengusir burung dan hama tikus yang hendak memangsa padi yang sedang ditanam. Begitu pula tradisi parak iwak di sungai. Kegiatan itu dilakukan secara turun temurun terutama saat musim kemarau. Warga beramai-ramai dengan menggunakan jala melakukan parak iwak. "Ikan-ikan tersebut lalu dijual dan sebagian dikonsumsi," tuturnya. (kur)

Sebelumnya Jeep Lava Tour Masuk Jurang, 1 Penumpang Tewas
Selanjutnya Merti Dusun Banjarwaru, Perjuangan Menjaga Tradisi