Tergiur Untung, Ibu Penjaga Toko Roti di Kulonprogo Jual Pil Hexymer

Tergiur Untung, Ibu Penjaga Toko Roti di Kulonprogo Jual Pil Hexymer

Kulonprogo,seputarmetro.com – DPS (25) seorang ibu yang bekerja sebagai penjaga di sebuah toko roti di Pasar Wates, Kulonprogo diamankan Satresnarkoba Polres Kulonprogo, karena mengedarkan obat psikotropika. Polisi juga mengamankan pemuda pengangguran berinisial DS (18) yang ikut mengedarkan barang-barang dari DPS. Kasat Resnarkoba Polres Kulonprogo, AKP Munarso mengatakan, terungkapnya kasus peredaran psikotropika ini merupakan keberhasilan penyidik setelah mendapatkan informasi adanya peredaran psikotropika di masyarakat. Dari informasi itu, petugas bergerak cepat melakukan pengembangan. Hingga diketahui terjadi peredara obat-obat piskotropika jenis Hexymer di seputaran Kota Wates. Petugas mulai mendapatkan identitas beberapa orang yang dicurigai terlibat dalam peredaran ini. Awalnya petugas mengamankan DS warga Gunung Gempal, Wates yang baru saja menjual beberapa butir pil kepada BWA warga Panjatan yang berstatus sebagai saksi.Dari DS, polisi menyita lima butir pil Hexymer berlogo MF, satu unit sepeda motor dan satu unit telepon genggam. Sedangkan dari tangan saksi, polisi menyita 10 butir pil Hexymer yang dibeli dari DS, sebuah bungkus rokok untuk menyimpan pil dan satu unit telepon genggam. “Jadi mereka bertransaksi lewat telepon dan bertemu untuk jual beli,” kata Munarso di Mapolres Kulonprogo, Rabu (14/11/2018).Dari keterangan DS, petugas mendapatkan informasi jika obat-obatan ini dibeli oleh tersangka DS dari DPS yang merupakan warga Kriyanan, Wates, Kulonprogo. Setiap hari, DPS berjualan roti di salah satu toko di Pasar Wates milik kerabatnya. Dari sinilah petugas bergerak cepat mengamankan DPS dan menyita barang bukti berupa uang tunai senilai Rp70.000 hasil penjualan. “Keduanya ditangkap terpisah, tetapi ada keterkaitan,” kata Munarso. Akibat perbuatannya, kedua tersangka bakal dijerat dengan Pasal 98 ayat 2 dan ayat 3 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. Tersangka DPS alias Polo mengaku menyesali perbuatannya. Dia kapok dan berjanji tidak akan lagi menjual-barang-barang haram ini. “Saya tergiur untungnya, tetapi saya kapok,” ucapnya.(ros)

Sebelumnya Modus Kasbon, 2 Tersangka Korupsi Jamkrida Jatim Keruk Rp6,7 Miliar
Selanjutnya Toyota Kijang Tabrak Truk di Jalur Lingkar Selatan Kebumen, 1 Tewas