Warga Gempar, Pasar Lama Belang Ludes Terbakar

Warga Gempar, Pasar Lama Belang Ludes Terbakar

Karanganyar,seputarmetro.com - Deretan kios dan los darurat pasar lama Belang, Jatiyoso ludes dilalap si jago merah, Senin (25/6/2018) pukul 17.00 WIB. Api cepat menyebar di bangunan semi permanen tersebut. "Lokasi kebakaran ada di belakang pasar induk. Deretan situ bergandeng-gandeng bangunan semi permanen yang dibuat jualan dan tempat tinggal. Api muncul di kios salah satu pedagang kemudian merembet dengan cepat," kata Kasi Trantib Kecamatan Jatiyoso, Haryanto kepada KRJOGJA.com. Berdasarkan laporan yang diterimanya, titik api kali pertama terlihat di antara kios milik Wiyono dan Suroso. Keduanya berkios di sisi paling barat. Saat kejadian, Suroso yang sehari-hari menjual keripik singkong, sedang pergi menghadiri kondangan. Ia meninggalkan seorang anaknya di kios tersebut. Sedangkan Wiyono yang membuka selepan tepung juga tak di kiosnya. Enam kios lainnya yang terbakar di deretan ke timur yaitu pembuat tepung Triyanto; pembuat keripik Mulyadi; dua kios milik Siwiyastuti; pedagang sate ayam Santi; dan pedagang warung kelontong Harjo Sumarto. Berdasarkan catatannya, sedikitnya enam kios dan tiga los luluh lantak. Setiap los ditempati 5-6 pedagang. Rata-rata kios dan los digunakan pedagang untuk berjualan kebutuhan pokok atau sembako. Mereka juga bermukim di sana. "Semuanya ludes. Hampir tak ada yang bisa diselamatkan barang-barangnya," katanya. Kebakaran di pasar darurat membuat seluruh pedagang di pasar induk panik. Khawatir kebakaran bakal merembet, barang dagangan diangkut sampai memenuhi pelataran pasar hingga ke jalan raya. "Warga dan relawan memadamkan api sebisanya. Sekitar pukul 17.00 WIB sudah berhasil padam. Tinggal pendinginan," katanya. Truk pemadam kebakaran dari Sukoharjo, Wonogiri dan Karanganyar hilir mudik melakukan pendinginan. Selain meluluhlantakkan delapan kios, api juga menjilat atap belasan kios di depan lokasi. Kapolsek Jatiyoso AKP Murtiyoko mengatakan nominal kerugian masih didata. Penyebabnya korsleting listrik. "Tidak ada korban jiwa. Kami memohon masyarakat lebih berhati-hati dengan instalasi listrik. Terlebih di pasar tradisional yang jaringan listriknya kurang tertata," katanya. (gus)

Sebelumnya Tes Psikologi Pembuatan SIM Bisa Diterapkan di Jatim
Selanjutnya Kirab dan Wayangan Meriahkan Bersih Desa Banaran