Pria Pembunuh Pacar Ditangkap Polisi di Depok

Depok kembali diwarnai dengan kabar penangkapan seorang Pria Pembunuh yang diduga menghabisi nyawa pacarnya sendiri. Insiden tragis ini tidak hanya menyoroti kompleksitas hubungan pribadi yang berujung pada kekerasan fatal, tetapi juga menegaskan kesigapan aparat kepolisian dalam mengungkap kasus kejahatan berat yang meresahkan masyarakat. Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan menjadi peringatan keras akan bahaya kekerasan dalam dinamika hubungan.

Peristiwa pembunuhan ini terungkap pada hari Kamis, 22 Mei 2025, setelah keluarga korban melaporkan hilangnya seorang wanita berinisial M (25). Korban yang diketahui merupakan pacar dari terduga pelaku, sudah tidak bisa dihubungi sejak dua hari sebelumnya. Berdasarkan laporan tersebut, Unit Reserse Kriminal Polres Metro Depok segera melakukan penyelidikan awal. Dari keterangan keluarga dan teman-teman korban, polisi mengumpulkan informasi bahwa M terakhir terlihat bersama kekasihnya, seorang Pria Pembunuh berinisial AS (28). Informasi dan bukti awal yang terkumpul, termasuk rekaman percakapan terakhir dan data lokasi ponsel, secara kuat mengarah pada dugaan bahwa AS adalah orang terakhir yang bersama korban sebelum menghilang.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Depok, di bawah pimpinan Kasat Reskrim Kompol Rizal Akbar, S.IK., M.H., segera membentuk tim khusus untuk memburu AS. Tim melakukan pelacakan intensif selama dua hari, menyisir beberapa lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku. Pada hari Sabtu, 24 Mei 2025, sekitar pukul 11.00 WIB, AS berhasil ditangkap di sebuah rumah kontrakan di kawasan Cinere, Depok, tanpa perlawanan berarti. Saat diinterogasi awal di lokasi penangkapan, Pria Pembunuh tersebut mengakui perbuatannya dan mengungkapkan lokasi jasad korban.

Jasad M ditemukan di sebuah area yang relatif tersembunyi, yaitu di semak-semak pinggir sebuah lahan kosong di kawasan Tapos, Kota Depok. Kondisi jasad yang mulai menunjukkan tanda-tanda pembusukan mengindikasikan bahwa pembunuhan terjadi beberapa hari sebelum penemuan. Tim forensik dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati segera dikerahkan untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban untuk otopsi guna kepentingan penyidikan lebih lanjut, termasuk memastikan penyebab pasti kematian dan alat yang digunakan pelaku.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol. Arya Wicaksana, S.IK., M.H., dalam konferensi pers yang diadakan pada hari Minggu, 25 Mei 2025, menjelaskan bahwa motif pembunuhan diduga kuat karena cekcok asmara yang memuncak. “Pelaku dan korban terlibat pertengkaran hebat yang berujung pada tindakan fatal. Kami masih mendalami motif sebenarnya, apakah ada unsur perencanaan atau murni emosi sesaat, dan mengumpulkan bukti-bukti tambahan untuk memperkuat berkas perkara,” ujar Kombes Pol. Arya Wicaksana. Beliau juga menambahkan bahwa proses hukum akan terus berjalan untuk memastikan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai dengan perbuatannya.

Kasus penangkapan Pria Pembunuh ini menjadi pengingat pahit akan bahaya kekerasan dalam hubungan, terutama saat emosi tidak terkontrol. Ini juga menegaskan komitmen kepolisian dalam menindak tegas setiap pelaku kejahatan, serta memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan melaporkan setiap indikasi kekerasan dalam hubungan kepada pihak berwajib atau lembaga perlindungan terkait, demi mencegah terjadinya tragedi yang lebih besar.